Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts

Saturday, 31 December 2016


HL. HL..... para sahabat biologi pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai pengamatan pada kelas Aves yang termasuk ke kingdom Animalia. loh kenapa harus diteliti padahal kalau di fikir gak ada kerjaan, tapi beranjak dari para ilmuan mereka taakan terkenal kalau gak semua dikerjakan dan penasaran hehehhe.....

bagi para pencinta burung merpati balap,,,, terkadang kita hanya memperhatikan pakan, kondisi kandang yang terbaik,dll

 tapi ada yang luput dari perhatian kita,,, apa coba,,, ahaha

langsung aja baca keterangannya di bawah ini....

pasti langsung thiiink gak kepikiran hehe,,, 

INI DIA JAWABANNYA PENGAMATAN BULU PADA AVES



1.      Bulu sayap pada Aves


PENGAMATAN BULU PADA AVES
Gambar. Bulu Sayap pada Aves
  

 

2.      Bulu ekor pada Aves


PENGAMATAN BULU PADA AVES
Gambar. Bulu Ekor pada Aves


.

    -Bulu kapas pada Aves




 

PENGAMATAN BULU PADA AVES
Gambar. Bulu Kapas pada Aves

4.      Bulu pentup pada Aves



PENGAMATAN BULU PADA AVES
Gambar. Bulu Penutup pada Aves










KETERANGAN BULU PADA AVES

Bulu pada Aves mempunyai 3 tipe, yaitu :

a.            Bulu kontur (plumae), untuk terbang dan mengandung sebuah baling-baling (vane) yang tersebar dengan pola tertentu yang disebut pteril.



b.              Bulu kapas (plumulae), tidak ada vane, mengandung serabut-serabut yang tidak terikat satu dengan lainnya, dan tersebar diseluruh tubuh.
c.                Filoplumae, kecil-kecil dengan batang bentuk benang berakhir dengan beberapa serabut, tumbuh di sekitar pangkal bulu kontur. Bulu-bulu itu diganti tiap tahun, sehabis musim perkawinan. Hanya ada sebuah kelenjar yang terdapat pada kulit, yaitu kelenjar uropigeal di tungging  (Radiopoetro, 1998).

Menurut letaknya bulu pada Aves digolongkan menjadi :

a.                   Tetrices, yang menutupi tubuh
b.                  Retrices, yang berpangkal pada ekor, vexillumnya simetris karena berfungsi sebagai kemudi
c.                   Remiges, yang terdapat pada sayap
1) Remiges primariae yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metecarpal pada metacarpalia.
2)      Remiges secundariae yang melekatnya secara cubital pada radiol ulna.
d.                  Paraptirum, yang menutupi daerah bahu
e.                   Ala spuria, sebagai bulu kecil yang menempel pada poluk (ibu jari). (Jasin, 1992).


simpulan

jadi kesimpulannya sobat biologi dan pencinta burung adalah bahwa pada Aves mempunyai 3 tipe, yaitu tipe bulu kontur, bulu kapas, dan filoplumae,
selain itu kita dapat mengetahui letak dan fungsi bulu pada Aves, untuk merpati balap berpengaruh loh,, karena bulu adalah salah satu bagian yang vital untuk mengatur kecepatan dan keseimbangan, khususnya untuk bisa terbang hehehe


Wednesday, 6 April 2016

Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0


pernah dengar kata pencitraan jarak jauh???  kali ini saya mau berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan pencitraan jarak jauh dengan menggunakan aplikasi program SeaDAS 7.0 untuk menganalisa kandungan Klorofil-a dilautan, tapi selain klorofil-a, ada juga yang bisa di lakukan aplikasi ini.
jadi sebenarnya aplikasi program SeaDAS 7.0 di gunakan untuk meneliti parameter-parameter atau lokasi yang di sukai oleh ikan.
selamat membaca,,,

Analisis Klorofil-a

Data konsentrasi  klorofil-a  diketahui  dengan  melakukan  analisis  terhadap citra  MODIS  yang  telah  didownload.  Citra  tersebut  diolah  untuk  memperoleh nilai dan gambar sebaran konsentrasi klorofil-a. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan citra adalah sebagai berikut :

a. Langkah-langkah dalam mendownload citra klorofil-a level 3 dari internet.

1)            Buka situs 'http://www.oceanocolor.gsfc.nasa.go.id', sehingga muncul tampilan berikut
Langkah pertama masuk ke situs penyedia data (OceanColor) dan memilih Data Access Level 3. Level 3 lebih baik dari Level 2 karena telah mengalami perbaikan sehingga akan memudahkan dalam proses data selanjutnya.
Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
OceanColor


2)            Pilih  satelit  dan   parameter  yang   diinginkan.  Dalam penelitian  ini digunakan satelit Aqua MODIS (Moderate-Resolution Imaging Spectrometer) dan parameter konsentrasi kloriofil-a.
Kemudian pilih mau download data SPL (Suhu Permukaan Laut) atau Klorofil-a yang tersedia di bagian atas. Ketika masuk ke menu tersebut akan tersedia banyak pilihahan. Jika hanya menginginkan data Klorofil-a maka harus klik menu yang menyediakan data tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan pengambilan data. 
Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
parameter konsentrasi klorofil-a


3)            Tentukan periode waktu (daily, 3-days, weekly, monthly and seasonally). Dalam penelitian ini digunakan periode 8-days (mingguan).
Setalah itu, memilih mau menggunakan data harian, mingguan , bulanan atau tahunan tinggal masuk ke menu sebelah kanan, pada penelitian ini penulis memilih data mingguan atau 8 harian.
  Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
periode waktu 


4)            Tentukan  resolusi yang diinginkan (4 km dan 9 km).
Pilih menu 4 km (sebelah kanan) karena jarak tersebut menandakan jarak citra yang diambil dari satelit semakin dekat dengan objek maka data akan semakin bagus.
 Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
resolusi pencitraan


5)            Pemilihan file yang dibutuhkan untuk mengolah data citra
Setelah memastikan data yang perlu didownload sudah benar maka akan terjadi perubahan karena menyesuaikan data yang dibutuhkan. Setalah itu, pilih file yang bertanda SMI (Standad Mapped Image) bukan BIN. Perbedaan antara kedua data ini, yaitu untuk data citraan SMI lebih mudah dalam proses pengolahan data citraannya dibandingkan dengan data citraan BIN yang lebih rumit dalam proses pengolahan datanya

  Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
format data pencitraan

Setelah selesai proses downloadnya, maka akan memperoleh file dalam format .bz2 dengan nama sesuai dengan data yang didownload (biasanya berhubungan dengan jam, hari, bulan dan tahun data itu sendiri).

   b.            Pembacaan nilai konsentrasi klorofil-a dengan menggunakan program SeaDAS 7.0
1)            Membuka program SeaDAS 7.0 pada menu “terminal”, kemudian akan tampil SeaDAS main menu.

  Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
aplikasi program SeaDAS 7.0

2)            Langkah selanjutnya adalah memasukkan file citra yang telah  didownload  dengan  memilih  sub  menu “Open a data product-bands-cholorophyll a concentration Mean” pada “seadisp main menu”.

3)            Memasukkan koordinat daerah yang akan dihitung, koordinat yang  dimasukkan merupakan koordinat pada daerah penelitian dan daerah di sekitarnya (07040’27,29”- 07044’32,25” LS dan 107044’53,46” – 107054’22,01” BT). Caranya, yaitu klik kanan pada objek, kemudian pilih spatial subset from view. Setelah itu pilih Geo Coordinates dan masukan koordinat yang di inginkan kemudian klik ok.




4)            Untuk memperbaiki tampilan citra terdapat beberapa program atau fungsi dalam proyeksi analisis pada citra. Subprogram yang digunakan pada softwareSeadas 7 antara lain:
a)            Image color manipulation, merupakan program yang berfungsi untuk menampilakan skala warna konsentrasi citra yang telah dipilih dan akan dipakai atau ditampilkan pada gambar citra.


b)            Coastline; merupakan program yang berfungsi untuk menampilkan garis pantai atau garis terluar dari pulau.
c)            Landmask; berfungsi untuk memberikan warna daratan pada citra.

 


d)            Grid line; berfungsi untuk menampilkan garis koordinat (Longitude danLatitude).



e)            Output data function; berfungsi untuk memberikan keluaran atas citra yang ditampilkan. Keluaran tersebut dapat berupa gambar citra dengan format Bitmap image (.bmp) atau berupa data dengan format Comma Separated Values(.csv)



  Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
Gambar. hasil pencitraan jarak jauh


 gimana berani mencoba hehehe
tapi ada beberapa hal yang harus di perhatikan....
1.             Diharapkan para nelayan dapat memanfaatan kemajuan teknologi, yaitu dengan menerapkan aplikasi SeaDAS yang menghasilkan  Sistem Informasi Geografis untuk perikanan yang mampu memberikan suatu gambaran dan suatu tampilan spasial tentang sumber-sumber atau daerah penangkapan ikan di wilayah perairan,
2.             Penulis menyarankan ada hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teknologi ini, yaitu memperhatikan faktor lainya. Perlu diketahui bahwa data citraan yang di hasilkan aplikasi ini tidak sepenuhnya menunjukan korelasi yang signifikan. Oleh karena itu disarankan agar menggabungkan antara data citraan konsentrasi klorofil-a dengan faktor-faktor lingkungan yang mendukung tempat hidup dan berkumpulnya berbagai jenis ikan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil penangkapan ikan secara optimal.
3.             Diperlukan penelitian lanjutan tentang karakteristik oseanografi lainnya yang mempengaruhi keberadaan ikan di suatu perairan.

Thursday, 11 February 2016

arthropoda-ciri umum-klasifikasi-contoh gambar yang termasuk ANTHRPODA


BELAJAR BIOLOGI SIAPA TAKUT hehhee