Saturday, 31 December 2016


HL. HL..... para sahabat biologi pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai pengamatan pada kelas Aves yang termasuk ke kingdom Animalia. loh kenapa harus diteliti padahal kalau di fikir gak ada kerjaan, tapi beranjak dari para ilmuan mereka taakan terkenal kalau gak semua dikerjakan dan penasaran hehehhe.....

bagi para pencinta burung merpati balap,,,, terkadang kita hanya memperhatikan pakan, kondisi kandang yang terbaik,dll

 tapi ada yang luput dari perhatian kita,,, apa coba,,, ahaha

langsung aja baca keterangannya di bawah ini....

pasti langsung thiiink gak kepikiran hehe,,, 

INI DIA JAWABANNYA PENGAMATAN BULU PADA AVES



1.      Bulu sayap pada Aves


PENGAMATAN BULU PADA AVES
Gambar. Bulu Sayap pada Aves
  

 

2.      Bulu ekor pada Aves


PENGAMATAN BULU PADA AVES
Gambar. Bulu Ekor pada Aves


.

    -Bulu kapas pada Aves




 

PENGAMATAN BULU PADA AVES
Gambar. Bulu Kapas pada Aves

4.      Bulu pentup pada Aves



PENGAMATAN BULU PADA AVES
Gambar. Bulu Penutup pada Aves










KETERANGAN BULU PADA AVES

Bulu pada Aves mempunyai 3 tipe, yaitu :

a.            Bulu kontur (plumae), untuk terbang dan mengandung sebuah baling-baling (vane) yang tersebar dengan pola tertentu yang disebut pteril.



b.              Bulu kapas (plumulae), tidak ada vane, mengandung serabut-serabut yang tidak terikat satu dengan lainnya, dan tersebar diseluruh tubuh.
c.                Filoplumae, kecil-kecil dengan batang bentuk benang berakhir dengan beberapa serabut, tumbuh di sekitar pangkal bulu kontur. Bulu-bulu itu diganti tiap tahun, sehabis musim perkawinan. Hanya ada sebuah kelenjar yang terdapat pada kulit, yaitu kelenjar uropigeal di tungging  (Radiopoetro, 1998).

Menurut letaknya bulu pada Aves digolongkan menjadi :

a.                   Tetrices, yang menutupi tubuh
b.                  Retrices, yang berpangkal pada ekor, vexillumnya simetris karena berfungsi sebagai kemudi
c.                   Remiges, yang terdapat pada sayap
1) Remiges primariae yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metecarpal pada metacarpalia.
2)      Remiges secundariae yang melekatnya secara cubital pada radiol ulna.
d.                  Paraptirum, yang menutupi daerah bahu
e.                   Ala spuria, sebagai bulu kecil yang menempel pada poluk (ibu jari). (Jasin, 1992).


simpulan

jadi kesimpulannya sobat biologi dan pencinta burung adalah bahwa pada Aves mempunyai 3 tipe, yaitu tipe bulu kontur, bulu kapas, dan filoplumae,
selain itu kita dapat mengetahui letak dan fungsi bulu pada Aves, untuk merpati balap berpengaruh loh,, karena bulu adalah salah satu bagian yang vital untuk mengatur kecepatan dan keseimbangan, khususnya untuk bisa terbang hehehe


Wednesday, 6 April 2016

Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0


pernah dengar kata pencitraan jarak jauh???  kali ini saya mau berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan pencitraan jarak jauh dengan menggunakan aplikasi program SeaDAS 7.0 untuk menganalisa kandungan Klorofil-a dilautan, tapi selain klorofil-a, ada juga yang bisa di lakukan aplikasi ini.
jadi sebenarnya aplikasi program SeaDAS 7.0 di gunakan untuk meneliti parameter-parameter atau lokasi yang di sukai oleh ikan.
selamat membaca,,,

Analisis Klorofil-a

Data konsentrasi  klorofil-a  diketahui  dengan  melakukan  analisis  terhadap citra  MODIS  yang  telah  didownload.  Citra  tersebut  diolah  untuk  memperoleh nilai dan gambar sebaran konsentrasi klorofil-a. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan citra adalah sebagai berikut :

a. Langkah-langkah dalam mendownload citra klorofil-a level 3 dari internet.

1)            Buka situs 'http://www.oceanocolor.gsfc.nasa.go.id', sehingga muncul tampilan berikut
Langkah pertama masuk ke situs penyedia data (OceanColor) dan memilih Data Access Level 3. Level 3 lebih baik dari Level 2 karena telah mengalami perbaikan sehingga akan memudahkan dalam proses data selanjutnya.
Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
OceanColor


2)            Pilih  satelit  dan   parameter  yang   diinginkan.  Dalam penelitian  ini digunakan satelit Aqua MODIS (Moderate-Resolution Imaging Spectrometer) dan parameter konsentrasi kloriofil-a.
Kemudian pilih mau download data SPL (Suhu Permukaan Laut) atau Klorofil-a yang tersedia di bagian atas. Ketika masuk ke menu tersebut akan tersedia banyak pilihahan. Jika hanya menginginkan data Klorofil-a maka harus klik menu yang menyediakan data tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan pengambilan data. 
Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
parameter konsentrasi klorofil-a


3)            Tentukan periode waktu (daily, 3-days, weekly, monthly and seasonally). Dalam penelitian ini digunakan periode 8-days (mingguan).
Setalah itu, memilih mau menggunakan data harian, mingguan , bulanan atau tahunan tinggal masuk ke menu sebelah kanan, pada penelitian ini penulis memilih data mingguan atau 8 harian.
  Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
periode waktu 


4)            Tentukan  resolusi yang diinginkan (4 km dan 9 km).
Pilih menu 4 km (sebelah kanan) karena jarak tersebut menandakan jarak citra yang diambil dari satelit semakin dekat dengan objek maka data akan semakin bagus.
 Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
resolusi pencitraan


5)            Pemilihan file yang dibutuhkan untuk mengolah data citra
Setelah memastikan data yang perlu didownload sudah benar maka akan terjadi perubahan karena menyesuaikan data yang dibutuhkan. Setalah itu, pilih file yang bertanda SMI (Standad Mapped Image) bukan BIN. Perbedaan antara kedua data ini, yaitu untuk data citraan SMI lebih mudah dalam proses pengolahan data citraannya dibandingkan dengan data citraan BIN yang lebih rumit dalam proses pengolahan datanya

  Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
format data pencitraan

Setelah selesai proses downloadnya, maka akan memperoleh file dalam format .bz2 dengan nama sesuai dengan data yang didownload (biasanya berhubungan dengan jam, hari, bulan dan tahun data itu sendiri).

   b.            Pembacaan nilai konsentrasi klorofil-a dengan menggunakan program SeaDAS 7.0
1)            Membuka program SeaDAS 7.0 pada menu “terminal”, kemudian akan tampil SeaDAS main menu.

  Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
aplikasi program SeaDAS 7.0

2)            Langkah selanjutnya adalah memasukkan file citra yang telah  didownload  dengan  memilih  sub  menu “Open a data product-bands-cholorophyll a concentration Mean” pada “seadisp main menu”.

3)            Memasukkan koordinat daerah yang akan dihitung, koordinat yang  dimasukkan merupakan koordinat pada daerah penelitian dan daerah di sekitarnya (07040’27,29”- 07044’32,25” LS dan 107044’53,46” – 107054’22,01” BT). Caranya, yaitu klik kanan pada objek, kemudian pilih spatial subset from view. Setelah itu pilih Geo Coordinates dan masukan koordinat yang di inginkan kemudian klik ok.




4)            Untuk memperbaiki tampilan citra terdapat beberapa program atau fungsi dalam proyeksi analisis pada citra. Subprogram yang digunakan pada softwareSeadas 7 antara lain:
a)            Image color manipulation, merupakan program yang berfungsi untuk menampilakan skala warna konsentrasi citra yang telah dipilih dan akan dipakai atau ditampilkan pada gambar citra.


b)            Coastline; merupakan program yang berfungsi untuk menampilkan garis pantai atau garis terluar dari pulau.
c)            Landmask; berfungsi untuk memberikan warna daratan pada citra.

 


d)            Grid line; berfungsi untuk menampilkan garis koordinat (Longitude danLatitude).



e)            Output data function; berfungsi untuk memberikan keluaran atas citra yang ditampilkan. Keluaran tersebut dapat berupa gambar citra dengan format Bitmap image (.bmp) atau berupa data dengan format Comma Separated Values(.csv)



  Analisis Klorofil-a dengan mengunakan aplikasi program SeaDAS 7.0
Gambar. hasil pencitraan jarak jauh


 gimana berani mencoba hehehe
tapi ada beberapa hal yang harus di perhatikan....
1.             Diharapkan para nelayan dapat memanfaatan kemajuan teknologi, yaitu dengan menerapkan aplikasi SeaDAS yang menghasilkan  Sistem Informasi Geografis untuk perikanan yang mampu memberikan suatu gambaran dan suatu tampilan spasial tentang sumber-sumber atau daerah penangkapan ikan di wilayah perairan,
2.             Penulis menyarankan ada hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teknologi ini, yaitu memperhatikan faktor lainya. Perlu diketahui bahwa data citraan yang di hasilkan aplikasi ini tidak sepenuhnya menunjukan korelasi yang signifikan. Oleh karena itu disarankan agar menggabungkan antara data citraan konsentrasi klorofil-a dengan faktor-faktor lingkungan yang mendukung tempat hidup dan berkumpulnya berbagai jenis ikan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil penangkapan ikan secara optimal.
3.             Diperlukan penelitian lanjutan tentang karakteristik oseanografi lainnya yang mempengaruhi keberadaan ikan di suatu perairan.

JELLY KEDONDONG DENGAN BAHAN DASAR LIMBAH KULIT KEDONDONG "Spondias ducis forst"



hai.. hai kali ini saya mau berbagi mengenai pembuatan jelly kendondong,,, tapi jangan berfikir kalau kedondongnya langsung di bungkus yach heheh lansung aja cekidottt baca makalahnya,,, 

BAB IPENDAHULUAN


1.1  Latar belakang

Sumber daya manusia Indonesia yang sangat kaya dan banyak didominasi oleh anak-anak merupakan salahsatu peluang bisnis yang sangat menjanjikan khususnya di bidang kuliner, dimana kuliner merupakan salahsatu kebutuhan primer yang harus dipenuhi setiap harinya.
Kecendrungan anak-anak yang suka makanan manis mendorong kami untuk membentuk usaha di bidang kuliner diantaranya pembuatan jelly. Jelly merupakan suatu produk yang berbentuk padat yang teksturnya relatif lunak bila dikunyah, jernih dan elastis, terbuat dari gula, glukosa, gula jagung atau pemanis lain dengan cara mencampur sari buah dan bahan pembentuk gel yang diolah dengan teknik dan perlakukan tertentu. Jelly termasuk kembang gula lunak.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan jelly harus memenuhi syarat yaitu mengandung: pektin, gula, asam, pengenyal (Margono, 1997). Jelly memiliki rasa dan aroma yang khas kembang gula, biasanya dibuat dari sari buah, sukrosa, pektin, asam, zat pengental atau pengenyal, tepung gula
Syarat jelly adalah sari buah yang mempunyai kandungan pektin, buah kedondong mempunyai kandungan pektin yang cukup tinggi yaitu sebesar 8,32 %.
Kedondong (Spondias ducis forst) adalah tanaman buah yang tergolong ke dalam suku mangga-manggaan (Ancardiaceae), memiliki rasa yang manis, daging buahnya tebal, renyah, berbiji kecil dan tidak mengandung banyak serat.
Kandungan vitamin C buah kedondong tinggi yaitu 30 mgram/100g. Salah satu variasi pengolahan dari buah kedondong adalah permen jelly dengan penggunaan jumlah gula dan asam sitrat yang berbeda.
Akan tetapi, Jelly yang kami buat lebih inovatif dari jelly biasanya, jelly yang kami buat terbuat dari kedondong dengan berbagai rasa. Kami yakin inovasi ini memiliki daya jual yang tinggi.
     Berdasarkan hal di atas maka perlu ditinjau pembuatan jelly buah kedondong, selain itu juga terbatasnya informasi mengenai pemanfaatan buah kedondong yang diolah menjadi jelly, Mendorong kita untuk lebih mengetahui bagaimana pembuatan jelly buah kedondong. Oleh karena itu, perlu di lakukan penelitian tentang pemanfaatan buah kedondong. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis bermaksud menulis makalah yang berjudul: “Pemanfaatan Kulit Kedondong Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Jelly”.

1.2  Rumusan masalah

  Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan dikaji dalam makalah ini adalah “Bagaimana Pemanfaatan Kulit Kedondong Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Jelly”?

1.3  Pembatasan masalah

Untuk menghindari penafsiran yang berbeda, maka masalah di batasi hanya sebatas pada proses pembuatan jelly yang menggunakan bahan dasar kulit kedondong.

1.4  Tujuan penelitian

 Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
A.    Untuk mengurangi limbah rumah tangga
B.     Memberikan alternatif camilan sehat bagi masyarakat.
C.     Memberikan nilai manfaat dari kulit kedondong
D.    Untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan permen jelly dengan bahan dasar kulit kedondong

1.5  Manfaat penelitian

Adapun yang menjadi manfaat penelitian ini adalah:
A.    Dapat mengurangi limbah rumah tangga
B.     Dapat memberikan alternatif camilan sehat bagi masyarakat
C.     Dapat mengetahui nilai manfaat lain dari kulit kedondong
D.    Dapat mengetahui bagaimana cara pembuatan jelly dengan bahan dasar kulit kedondong

BAB II
KAJIAN PUSTAKA   

2.1. Kedondong

2.1.1 Klasifikasi

Kingdom:
Divisi
(unranked):
(unranked):
Order:
Family:
Genus:
Spondias
Species:
S. dulcis

2.1.2 Definisi dan Morfologi

Kedondong (Spondias dulcis Forst) merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Selanjutnya tanaman tersebut menyebar ke berbagai negara tropis. Dalam bahasa Inggris, kedondong sering disebut sebagai ambarella, otaheite apple, Tahitian quince, great hog plum, Polynesian plum, jew plum, atau golden plum.
Sebutan lain kedondong di berbagai negara adalah kedondong (Malaysia), hevi (Filipina), gway (Myanmar), ma kok farang (Thailand), mokak (Kamboja), kook kvaan (Laos), coc/pommecythere (Vietnam), juplon (Costa Rica), hobo de racimos (Kolombia), jobo de la India/jobo de Indio/mango jobo (Venezuela), manzana de oro (Ekuador), caja-manga (Brasil).
Tanaman kedondong berbentuk pohon berbatang lurus dan besar. Varietas kerdil memiliki tinggi hingga 2 meter, sedangkan varietas tinggi dapat mencapai 25 meter dengan garis tengah batang 30-40 cm. kedondong umumnya berbunga pada bulan Juni-Agustus dan buahnya masak pada bulan januari-april.
Pohon kedondong menghendaki suhu hanya sekitar 300C, kelembaban udara sekitar 14 persen dan memerlukan banyak cahaya. Pohon yang ternaungi akan menghasilkan buah sedikit atau tidak dapat berbuah sama sekali.
Tanaman kedondong tumbuh baik pada dataran rendah yang kering, hingga ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Curah hujan yang dibutuhkan antara 1.000-1.500 mm per tahun. Ciri khas pohon kedondong adalah daunnya rontok pada musim kemarau dan segera bersemi lagi pada musim hujan.
Tanaman kedondong dapat berbuah setelah berumur tiga tahun sejak ditanam. Buah muda kulitnya berwarna hijau pekat. Ciri buah siap panen adalah buah berukuran maksimal, padat, serta kulitnya berwarna hijau kekuningan. Buah umumnya matang setelah 6-8 bulan sejak bunga mekar.
Pemanenan dilakukan secara bertahap dengan memetik buah yang matan, sedangkan buah yang belum matang dan masih kecil tidak dipetik. Dengan cara ini, buah yang belum matang dan masih kecil akan bertambah besar. Pemanenan dapat dilakukan pada bulan januari-april karena pembungaan biasanya berlangsung pada bulan juli-agustus.
Daging buahnya berasa manis, sedikit asam, tekstur renyah dan mengandung cukup cairan. Secara sepintas, aroma buah kedondong mirip buah nanas, yaitu kombinasi antara asam dan manis. Jika sudah masak dan lunak, aromanya menjadi berkurang dan kulitnya sulit dikupas.

2.1.3 Kandungan dan Manfaat

Begitu populernya kedondong, sampai sering digunakan dalam berpantun. Buahnya banyak mengandung zat gizi. Daunnya, yang biasa digunakan sebagai lalap, kaya karbohidrat, protein, kalsium, serta vitamin A dan C. Manfaat kedondong lainnya adalah daunnya dapat digunakan sebagai obat borok, kulit perih, dan luka bakar.
Jika kita menyukai asinan buah atau rujak buah, dapat dipastikan akan bertemu dengan irisan buah kedondong. Tanpa kehadiran kedondong, penampilan dan cita rasa kedua jenis makanan tersebut menjadi kurang gereget. Selain untuk asian dan rujak, kedondong juga dapat diolah menjadi acar, jus, manisan, jeli, selai, dodol, sirop dan lain-lain.
Buah mengandung asam organic yang cukup banyak, sehingga rasanya agak asam. Kadar sukrosa pada buah matang mencapai 8-10,5 g/10g, sehingga rasanya menjadi manis.
Varietas Unggulan
Buah kedondong yang disukai adalah yang rasanya manis, daging buahnya tebal dan renyah, serta bijinya kecil dan tidak mengandung banyak serat. Jenis kedondong yang digunggulkan adalah kedondong karimunjawa, kedondong Bangkok, dan kedondong kendeng. Kedondong karimunjawa pertama kali ditemukan di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa tengah. Keistimewaan kedondong jenis ini adalah ukuran buahnya yang sangat besar, sehingga sering dijuluki sebagai keodndong raksasa atau kedondong super. Buahnya menempel pada malai buah, dengan jumlah antara 2-4 buah per malai. Bentuk buahnya lonjong dengan berat antara 0,7-1 kg per buah. Pada saat matang, buah kulit kedondong karimunjawa berwarna hijau bersemu kuning dan mudah dikupas. Daging buah kekuningan dengan rasa manis sekali asam dan gurih. Tekstur daging buahnya renyah, sehingga kalau digigit akan menimbulkan bunyi yang memberikan sensasi kenikmatan tersendiri. Bijinya sangat kecil dengan serat-serat yang kaku dan pendek. Kedondong kendeng memiliki penampakan seperti kedondong biasa, yaitu berukuran kecil dengan bobot 250-500 g. Tebal daging buahnya mencapai 2-3 cm. Keistimewaannya terletak pada rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah. Bijinya kecil dan sedikit berserat. Bila sudah matang, kulitnya yang berwarna hijau kekuningan menjadi sulit dikupas.
Sebagai Lalap dan Obat
Daun kedondong merupakan daun majemuk bersirip dengan 4-12 pasang anak daun, berwarna hijau muda hingga hijau tua. Anak daun panjangnya antara 5,5-13 cm dan lebarnya antara 1,6-5 cm. seperti halnya daun-daunan hijau lain, daun kedondong juga dapat digunakan sebagai bahan sayuran. Di beberapa daerah, daun kedondong muda dapat dikukus atau direbus dan digunakan sebagai lalapan dicampur dengan sambal. Rasanya enak dan lezat, apalagi jika dimakan bersama nasi yang masih hangat.Manfaat kedondonglainnya juga dapat digunakan sebagai obat borok, kulit perih dan luka bakar. Kandungan zat gizi kedondong yang menonjol per 100 gram daun adalah 540 mg kalsium, 82 mg fosfor, 6,2 mg besi, 2900 IU vitamin A, dan 29 mg vitamin C.
Bermanfaat Untuk Kesehatan Pencernaan
Zat gizi yang cukup menonjol pada buah kedondong adalah vitamin C yang mencapai sekitar 30-50 mg per 100 gram daging buah, selain kalsiuam, fosfor, besi dan vitamin A dalam jumlah cukup banyak. Kandungan serat pangan (dietari fiber) pada buah kedondong 0,85-3,60 g/100 g, sehingga sangat bermanfaat untuk pemeliharana kesehatansaluran pencernaan.
Manfaat kedondong  lainnya adalah buahnya yang sangat cocok untuk diolah menjadi manisan. Ada dua jenis manisan buah, yaitu manisan basah dan manisan kering. Buah kedondong umumnya diolah menjadi manisan basah, seperti yang sering dijual di daerah Bogor dan Cianjur. Manisan buah yang dijual di cianjur umumnya berasal dari bogor, khususnya dari daerah Darmaga.
Semua jenis kedondong buahnya dapat diolah menjadi manisan. Persyaratan utama, buah tersebut harus sudah dalam keadaan mengkal, sehingga rasanya agak manis tetapi teksturnya masih keras. Buah yang sudah teralu masak, tidak cocok untuk diolah menjadi manisan karena teksturnya lunak dan berari.

2.2 Jelly

Jelly merupakan suatu produk yang berbentuk padat yang teksturnya relatif lunak bila dikunyah, jernih dan elastis, terbuat dari gula, glukosa, gula jagung atau pemanis lain dengan cara mencampur sari buah dan bahan pembentuk gel yang diolah dengan teknik dan perlakukan tertentu. Jelly termasuk kembang gula lunak.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan jelly harus memenuhi syarat yaitu mengandung: pektin, gula, asam, pengenyal (Margono, 1997). Jelly memiliki rasa dan aroma yang khas kembang gula, biasanya dibuat dari sari buah, sukrosa, pektin, asam, zat pengental atau pengenyal, tepung gula, dan air.
Penambahan sukrosa dalam pembuatan produk makanan berfungsi untuk memberikan rasa manis, dan dapat pula sebagai pengawet yaitu dalam konsentrasi tinggi menghambat pertumbuhan mikroorganisme dengan cara menurunkan aktivitas air dari bahan.
Asam sitrat berfungsi sebagai pemberi rasa asam dan mencegah kristalisasi gula. Selain itu asam sitrat juga berfungsi sebagai katalisator hidrolisa sukrosa ke bentuk gula invert selama penyimpanan serta penjernih gel yang dihasilkan. Keberhasilan pembuatan jelly tergantung dari derajat keasaman untuk mendapat pH yang diperlukan. Nilai pH dapat diturunkan dengan penambahan sejumlah kecil asam sitrat. Penambahan asam sitrat dalam permen jelly beragam tergantung dari bahan baku pembentuk gel yang digunakan. Banyaknya asam sitrat yang digunakan dalam permen jelly berkisar 0,2-0,3 % (Anonim, 2007).
Menurut Winarno (2004), fungsi gelatin adalah untuk memperbaiki tekstur, struktur dan kekenyalan khususnya pada pembuatan permen.Fungsi utama agar–agar adalah sebagai bahan pembuat gel, pemantap, penstabil, pengemulsi, pengental, pengisi, penjernih, dan digunakan pula pada industri makanan yaitu untuk meningkatkan viskositas sup, saus, serta dalam pembuatan fruit jelly. Karagenan dapat membentuk gel dengan baik sehingga dapat diaplikasikan pada berbagai produk seperti pembentuk gel, penstabil, pensuspensi, pembentuk tekstur emulsi dll, terutama pada produk jelly. Syarat permen jelly adalah sari buah yang mempunyai kandungan pektin, buah kedondong mempunyai kandungan pektin yang cukup tinggi yaitu sebesar 8,32 %.

2. 3 Cara Membuat Jelly Kedondong

Berikut ini akan diuraikan cara pembuatan jelly:
1.      Sediakan 1 kg gula
2.      ¼ kg kedondong dikupas
3.      Cuci sampai bersih
4.      Rebus kedondong hingga empuk
5.      Apabila telah empuk kemudian ditiriskan
6.      Simpan air dari perebusan kedondong tersebut selama I hari
7.      Besoknya air disaring
8.      4 gelas air dan 1 gelas gula pasir di masak sampai kental





BAB IIIKesimpulan dan Saran

3.1 Kesimpulan

Sebenarnya banyak limbah baik itu organic maupun  non organic yang bisa kita olah dan dapat memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kulit kedondong yng notabene merupakan limbah dan biasanya dibuang, ternyata bisa digunakan untuk bahan dasar pembuatan makanan seperti jelly dengan mengikuti langkah-langkah di atas. Kandungan gizinya pun cukup tinggi karena kaya karbohidrat, protein, kalsium, serta vitamin A dan C

3.2 Saran

Dalam hal ini penulis lebih menekankan akan pentingnya menanggulangi limbah sampah yang semakin hari semaki banyak, bukan tidak mungkin puluhan tahun ke depan bumi ini akan penuh dengan sampah. Penanggulangan sampah baik organic maupun non organic dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya seperti halnya di atas bahwa kulit kedondong juga yang tadinya limbah rumah tangga dan dianggap tidak berguna, akan tetapi jika kita mau mengolahnya maka kulit tersebut bias dijadikan bahan dasar permen jelly. Dan penulis berharap ada banyak inovasi-inovasi lain seperti yang dibahas sebelumnya untuk menanggulangi limbah sebagai wujud kepedulian kita terhadap bumi.



DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2007 a. Permen Jelly. http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/ipb/Permen%20jelly.pdf. Diakses tanggal 27 Februari 2010
Margono, Tri. 1997. Selai dan Jelly. PT Grasindo: Jakarta
Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
nah gimana mau coba,, mantap kalau di konsumsi ketika siang-siang rasanya tuh maksnyus,, bikin ngiler ibu ibu hamil yang lagi ngidam,,, hehe selamat mencoba semoga bermanfaat