Senin, 20 Juni 2011

PRASANGKA DISKRIMINASI DAN INTEGRITAS MASYARAKAT

       Prasangka adalah kecenderungan untuk berespons baik secara positif ataupun negatif terhadap orang, objek, atau situasi. Kecenderungan berespon meliputi perasaan atau pandangan yang tidak sama dengan tingkah laku.


Komponen Sikap


 Kognitif: artinya memilki pengatahuan mengenai objek sikapnya terlepas pengetahuan itu benar atau salah.


Afektif : artinya dalam bersikap akan selalu mempunyai evaluasi emosional (setuju tidak setuju) mengenai objek sikapnya


Konatif: artinya kecenderungan bertingkah laku bila bertemu dengan objek sikapnya mulai dari bentuk yang positif sampai tindakan yang agresif.


SEBAB-SEBAB TERJADINYA PRASANGKA


Ada lima pendekatan:
1.Pendekatan historis
2.Pendekatan sosio kultural dan situasional
3.Pendekatan kepribadian disebut teori frustasi agregasi
4.Pendekatan fenomenologis
5.Pendekatan naïve


Mengurangi prasangka
1.Perbaikan kondisi sosial ekonomi
2.Melalui pendidikan
3.Mengadakan kotrak diantara dua kelompok yang berprasangka
4.Permainan perasaan


MANUSIA MAHLUK MULTI DIMENSI
Manusia dapat dilihat dari dimensi fisik (jasmani), rohani (psikis) dan psikofisik (nafs) yang mendorong untuk bertingkah laku.


Psikofisik terbagi atas:
1.Qolbu berkaitan dengan rasa/emosi
2.Akal berkaitan dengan potensi cipta/ kognisi
3.Nafsu berkaitan dengan karsa/konasi


KEINDAHAN IDENTIK DENGAN KEBENARAN SEGALA YANG BENAR MENGANDUNG KEINDAHAN
Sikap halus mencerminkan gambaran hati yang halus. Merupakan perwujudan sikap ramah, sopan, sederhana dalam pergaulan dimulai dari keluarga. Hubungan sosial dalam masyarakat halus mencerminkan masyarakat beradab dan berbudi.


PENYEBAB HEDONIS
BAGAIMANA ADIL, TERHADAP DIRI SENDIRI:


Perilakukan diri kita adil (kebutuhan jasmani, dan rohani, bersih dari penyakt hati, sombong, bangga diri, ingin dipuji, dengki).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download Template by:
SkinCorner